Kotak Pengetahuan

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh.

Hai readers, sebenarnya tulisan ini sudah pernah diposting sebelumnya di tumblr pada tanggal 21 Januari 2015. Kali ini di re-upload (dipindah) ke wordpress dengan tanggal dan jam rilis yang sama.

*Konferensi Pers meluruskan cerita yang sebenarnya*

 

Bagian ini dihapus demi kebahagiaan bersama

 

Oke, jadi ceritanya begini, memang, path itu jauh lebih secure dibandingkan dan private dibandingkan dengan jejaring sosial lain. Tapi, ke-private-annya sama seperti instagram, bisa bener – bener private dan secure kalau kita tidak menghubungkan jejaring sosial lain dengan aplikasi tersebut.

Bagaimana data kita mengalir di internet? Ini semua berhubungan dengan API.

API ini bukan “api” yang digunakan untuk memasak. API disini adalah application programming interface.

API memungkinkan programmer untuk menggunakan fungsi standar untuk berinteraksi dengan sistem operasi.

Contoh yang sering digunakan adalah API twitter dan facebook.

Proses pada API twitter bisa dilihat disini

https://dev.twitter.com/web/sign-in/implementing

Jadi, intinya mah. Setiap aplikasi apapun, yang tersambung/kita sambungkan dengan/melalui twitter maupun facebook. Aplikasi tersebut mampu mengakses data yang dimiliki oleh sebuah akun di jejaring sosial tersebut.

Misalnya :

pernah lihat cari teman di facebook/twitter pada instagram, tumblr maupun path? itu adalah salah satu contoh penggunaan API.

Bahkan di blog pun kita dapat menampilkan tweet terakhir dari akun yang disambungkan dengan blog.

Pada beberapa jejaring sosial, terdapat pengaturan privasi yang membuat akun tertutup dari publik.

Menurut saya ini sudah tidak berlaku lagi jika akun kita telah disambungkan dengan sosial media lain. Pengguna dari akun lain mampu menambahkan teman – teman yang juga menggunakan aplikasi yang sama dengannya jika telah menyambungkan akunnya dengan aplikasi tersebut.

Contohnya facebook dan path. Facebook sendiri memiliki pengaturan akun sedemikian hingga jadi mungkin kita hanya dapat membagikan sesuatu kepada orang – orang terpilih saja.

Begitu pun path.

Path menyediakan layanan tertutup yang memungkinkan kita untuk mencatat kegiatan dan pikiran kita, dan hanya kita yang dapat membagi konten Anda ke luar Path.

Tidak ada retweet atau reshare, dan update tidak dapat disalin (meskipun kita dapat mengambil screenshot). Kita dapat memilih untuk mendokumentasikan konten kita secara tertutup atau juga ke teman kita di Path.

So, se-aman apapun jejaring sosial kita dari orang – orang yang tidak kita kenal. Selama kita memberikan akses secara luas (share kemana – kemana/ menghubungkan dengan aplikasi apapun) otomatis pasti ada yang mampu menemukan akun kita.

Pasti pernah mengalami kebingungan ketika sedemikian hingga kita menyembunyikan akun kita kepada orang – orang, tapi orang – orang mampu menemukan akun kita.

Mari di cek, apakah akun tersebut pernah kita koneksikan dengan jejaring sosial lain? Jika pernah, itu artinya kita telah memberikan akses kepada orang untuk menemukan “pengguna aplikasi yang sama”.

Coba aja, kalau ketika kamu share update di suatu aplikasi, lalu sambungkan dengan twitter dan facebook, coba klik link yang ada di twitter dan facebook kalian. Kalau bisa menampilkan update kalian, Selamat!! Kamu berhasil membagikan akun aplikasi kamu ke jejaring sosial lain.

Jadi, kalau ada yang cukup heran kenapa jejaring sosial anda bisa dengan mudah ditemukan orang lain, silahkan coba cek kembali, kemana saja akun jejaring sosial anda terhubung dan terkoneksi dengan orang lain.

Leave a Reply